Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Yin Galema “Top 10 Best Seller”

Blm genap satu minggu berada di Gramedia Pangkalpinang, novel Yin Galema berhasil menjadi Top 10 Best Seller dengan menduduki peringkat pertama penjualan diatas Maryamah Karpov di Bangka Belitung.

Begitu pula di acara Softlaunching pertama novel Yin Galema di acara TSI II Babel disambut hangat dan antusias dari hadirin yang terdiri dari sastrawan2 nasional, undangan, muspida, umum, guru maupun pelajar. Hadirin langsung menyerbu stan Bazar Buku yang baru 1 hari digelar, betul saja dalam hitungan beberapa jam, Yin Galema habis alias sold out dan panitia terpaksa mengorder lagi persediaan dari Gramedia keesokan harinya, dan lagi2 dengan jumlah 3 x lebih banyak dari stock sebelumnya, Yin Galema pun ludes diburu pembeli disana!

Yin Galema dan Sriwijaya Air

Yin Galema dan Sriwijaya Air

Bangka Pos. Minggu, 02 Agustus 2009
CINTA terhadap sesama serta menerbangkannya dengan penuh keamanan dan kenyamanan ke berbagai penjuru tanah air, bahkan ke berbagai belahan dunia lainnya memahkotai putra Bangka, Chandra Lie, President Director Sriwijaya Air dengan berkah dan kesuksesan.

Spirit ‘Your Flying Partner’ menaburi maskapai ini dengan ribuan customer setiap bulannya. Majalah Globe Asia tahun 2008 menobatkan Sriwijaya Air menjadi maskapai nomor empat dalam jumlah penumpang terbanyak.

Pada edisi Juni 2009 majalah yang sama menobatkan Chandra Lie sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Ia menjadi pengusaha nasional kelahiran Pangkalpinang, Bangka pertama yang masuk dalam jajaran CEO tajir di negeri ini. Chandra Lie ditempatkan pada peringkat 72 dengan nilai kekayaan US$ 185 million.

Peringkat ini jauh di atas Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang berada pada peringkat 88 dengan nilai kekayaan US$ 132 million. ‘Fly and Smile’ yang dijadikan jurus optimalisasi pelayanan ke pengguna jasa penerbangan memasukkan Sriwijaya Air pada peringkat 68 Top of 100 Group versi Globe Asia edisi Agustus 2009 dengan total revenue US$ 310 million.

CINTA sastrawan muda putra Belitung, Ian Sancin terhadap pribadi yang amat dikasihinya mendorong dirinya menulis novel sejarah yang begitu indah, Yin Galema. Yin Galema berkisah tentang cinta dan pengembaraan Putri Tiongkok di daratan Belitong pada abad ke-17.

Kita berharap karya besar Ian Sancin yang merajut penuh keindahan watak Putri Tiongkok menjadi sosok wanita Melayu sejati ini akan mengulangi kisah sukses Andrea Hirata, Penulis Mega Bestseller Tetralogi Laskar Pelangi (Sang Pemimpi dan Maryamah Karpov).

Novel sejarah ini makin memikat tatkala Ian Sancin menebarkan spirit kebhinekaan meresapi alur-alur kisahnya: “Hidup berdampingan dengan etnis mana pun bukan merupakan masalah tapi sebuah berkah. Dan kekuasaan hendaknya tidak melindas hak hidup masyarakat tapi mengayomi dengan cinta, sepenuh rasa sayang,” harapnya.

Sastrawan Remy Sylado dalam testimoninya berkata, “Saya memuji karya Ian Sancin. Dengan pandai, ia menyajikan latar masa lampau bagi pembaca masa kini. Ia membantu kita untuk mengingat bahwa kita terbangun dari kebhinekaan.”

Cinta yang menderanya dengan pengorbanan dan kasih sayang, kini telah memahkotai Chandra Lie dan Ian Sancin dengan ‘kekayaan cinta’ yang tak terbilang. Dan mereka telah menebarkan ‘kekayaan cinta’ itu bagi kebahagiaan sesamanya.

***

CINTA pada tanah air, pro patria telah meresapi para pahlawanh)kemerdekaan dengan gagah darah dan berani suci menancapkan Sang Merah Putih. Kasih sayangnya pada kemerdekaan mengobarkan semangat mengenyahkan setiap bentuk penindasan.

Dalam kekinian, seberapa intens spirit kemerdekaan itu menjadi semangat dasar aktivitas kita di Bumi Laskar Pelangi ini? Sudahkah status provinsi di era otonomi daerah memberikan ruang yang nyaman bagi desentralisasi dengan political equalitynya; sebuah kondisi yang lebih membuka partisipasi aktivitas politik lokal?

Politik dan hukum dalam alam demokrasi di Indonesia ternyata belum memberikan ranah yang baik bagi pembelajaran. Pemilu 2009 misalnya tidak melahirkan sosok ketua dan anggota KPU bagi berjalannya kontestasi dengan titik sentrum: suara rakyat!

Selain serangkaian kegagalan KPU dalam tahapan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009, contoh yang paling aktual adalah pembatalan oleh Mahkamah Agung terhadap sejumlah pasal dalam peraturan KPU No 15/Tahun 2009 tentang penetapan perolehan kursi anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD.

Peraturan KPU yang realitanya cacat hukum di mata otoritas hukum tertinggi itu telah dipakai untuk mengatur suara rakyat dalam konfigurasi kursi DPR, DPRD Provinsi/Kota/Kabupaten dan DPD. Semalam, Rapat Pleno KPU dengan gaya “menggantung” menyatakan sangat menghormati keputusan MA namun tidak segera menjalankannya dengan alasan revisi sekaligus dengan dalih tenggat waktu. Beberapa pihak menilai apakah ini alasan politis penghindar keributan, penghindaran tetap, atau benarbenar solutif?

Kalau nantinya yang terjadi adalah penghindaran eksekusi Keputusan MA maka preseden teramat buruk telah terjadi di negeri ini. Kalau MA sebagai otoritas hukum tertinggi di negeri ini tidak dipatuhi, pembangkangan hukum di setiap tingkat dan jenjang akan terjadi.

Kemerdekaan yang di bulan Agustus ini kita kenang dan peringati adalah sebuah kemerdekaan berdasarkan cinta pada tanah air: bukan cinta pada politisasi atau cinta pada hukum yang dikebiri. Kemerdekaan sejati agaknya mesti terpulang pada setiap jiwa, juga jiwa mereka yang berkuasa. Sebab tatkala jiwa merdeka itu tiada, raga dan nama kita tak lagi bermakna. “….yang berlalu tanpa cinta, akan menjelma menjadi wajah memalukan di hadapan Tuhan.” Semoga! (Agus Ismunarno, Pemred Bangka Pos)

Liburan ke Pulau Langkuas

Lomba Berbalas Pantun, terselenggara atas kerja sama Radio BFM dan Dinas Pariwisata dlm rangka HJKT ke-171 dan Festival Bahari 2009 di pantai wisata Tanjung pendam tdl 05 Juli 2009, didukung oleh Clas Mild, Telkomsel, & Indosat.

Yin Galema

Akan terbit sebuah novel fiksi sejarah dengan kisah yang sangat luar biasa, karena tak banyak penulis novel Indonesia. Berlokasi di  kepulauan Bangka Belitung awal abad 17 ketika orang-orang cina mulai datang dan menetap di Indonesia, berawal di pulau Bangka dan Belitung. Mungkin Novel ini akan mewarnai jejak novel-novel bestseller lainnya atau bahkan banjiran buku-buku serupa yang notabene adalah  terjemahan akan sedikit “minder” dengan hadirnya Yin Gelama di tengah-tengah kita.

Novel ini sudah masa cetak, cover beserta endoursment dari dua penulis jenius telah sampai pada tahap final. Tinggal menunggu selesai cetak, Insyaallah akan disebarkan ke seluruh toko2 buku besar di seluruh Indonesia sampai awal bulan depan. Optimisme Mizan memprioritaskan novel ini menjadikan launching perdana Yin Galema betul2 diperhatikan. Dan di awal bulan Juli sudah ditentukan lokasi, tempat, dan kapan kita bisa menyantap novel ini.  Selamat Berburu!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.